Gunung Slamet – Misteri dan Pantangan yang Tidak Boleh Dilanggar

Tips Wisata – Gunung Slamet, pasti banyak para traveller yang sudah tidak asing dengan namanya. Terutama buat mereka yang menekuni hobi pendakian dan perkemahan. Postingan kali ini terkhusus buat kalian-kalian para anak gunung dan pecinta alam nih. Ini dia spot yang cocok banget buat kalian yang lagi nyari tempat camping buat sekedar kumpul sama temen-temen, atau justru datang untuk wisata misteri Gunung di Jawa Tengah ini.

Gunung Slamet - Misteri dan Pantangan yang Tidak Boleh Dilanggar
Gunung Slamet

Yak, Gunung api aktif yang menjulang setinggi 3.428 mdpl ini selain terkenal di kalangan para pendaki dan cukup populer karena dikelilingi objek wisata sepanjang jalur pendakian di kaki gunungnya, Gunung Slamet juga memiliki daya tarik tersendiri yaitu legenda dan hal mistis yang menyelubunginya.

Gak salah deh Gunung ini dicap sebagai salah satu Gunung paling angker oleh temen-temen pendaki. Bahkan saking mistisnya, sebagian orang masih ada yang datang ke Gunung ini untuk mengadakan ritual pesugihan karena beberapa tempat di Gunung Slamet dipercaya memiliki kekuatan magis yang bisa membawa keberuntungan. Wah, kok jadi serem gini ya. Tapi memang itulah keistimewaan Gunung Slamet dibanding Gunung-Gunung lain. Mungkin kalau di Jawa Timur, Gunung ini seperti halnya Gunung Arjuno yang terkenal dengan keangkerannya. Baiklah, yuk langsung kita bahas satu per satu ya misteri Gunung Slamet ini.

Misteri Gunung Slamet Jawa Tengah

Ramalan Jayabaya

Gunung Slamet - Misteri dan Pantangan yang Tidak Boleh Dilanggar

Menurut buku ramalan Sri Aji Joyoboyo yang terkenal itu, diramalkan jika Gunung Slamet suatu saat meletus maka  kekuatannya akan mampu membelah Pulau Jawa Menjadi dua. Tentu sulit memastikan kebenaran ramalan ini selain terutama karena ini memang hanya ramalan. Tetapi, sebagian orang percaya bahwa Ramalan Joyoboyo adalah kumpulan ramalan yang akurat meskipun ditulis lama sekali pada abad 12.

Secara logika sendiri, hal ini mungkin saja terjadi karena faktanya Gunung Slamet terletak diantara lima (5) Kabupaten sekaligus, yaitu Kabupaten Brebes, Banyumas, Purbalingga, Tegal, dan Pemalang. Sehingga, jika ditarik garis lurus dari selatan memang Gunung Slamet seakan-akan membelah Pulau Jawa. Sebagian beranggapan ramalan ini bukannya mustahil terjadi, tetapi sebagai seorang yang memililki keyakinan kita tetap harus bersandar kepada ketentuan Tuhan YME ya, pembaca sekalian.

Gunung Slamet adalah Gunung berapi aktif, meskipun letusannya sudah jarang terjadi dan tidak membahayakan. Gunung ini juga masih memiliki Kawah yang mengeluarkan asap belerang bernama Kawah Segara Wedi, atau yang dalam Bahasa jawa berarti Lautan Pasir.

Jalur Pendakian

Gunung Slamet - Misteri dan Pantangan yang Tidak Boleh Dilanggar

Kalau mengambil jalur pendakian melewati Kabupaten Banyumas kalian bisa mampir nih ke salah satu objek wisata andalan Banyumas di Baturraden. Terlepas dari letaknya di kaki Gunung Slamet sehingga terkadang juga dilewati pendaki yang mengambil jalur pendakian ini, objek wisata Kebun Raya Baturraden memang cukup ramai dikunjungi karena terhitung dekat dengan Ibukota Kabupaten yaitu Purwakarta yang hanya berjarak 15 km.

Jalur pendakian lainnya yang melewati objek wisata adalah jalur pendakian yang ditempuh dari Kabupaten Tegal dengan melalui daerah Slawi menuju Tuwel nantinya di tengah pendakian kalian akan tiba di kawasan pemandian air panas Guci dan air terjun Guci. Jalur Guci ini bisa dibilang yang paling cocok buat kalian jika mencari pemandangan gunung yang keren meskipun medannya lebih terjal dari jalur pendakian lainnya.

Jalur pendakian yang umum digunakan adalah dari Bambangan dari Kabupaten Purbalingga karena jaranknya yang paling pendek diantara jalur pendakian lain. Namun kalau kalian memutuskan mendaki lewat Pemalang bisa juga nih mencoba jalur Dhipajaya yang baru diresmikan 2013 kemarin. Disamping itu, ada juga jalur Dukuhwilung dan beberapa Desa lain yang bisa dipilih sebagai rute awal pendakian seperti; Desa Gambuhan, Desa Jurangmangu, Desa Gunungsari.

Tetapi jalur pendakian manapun yang dipilih harus sesuai dengan kemampuan ya. Secara umum pendakian di Gunung Slamet tidak diperuntukkan untuk mereka yang baru belajar. Hal ini dikarenakan medannya yang cukup sulit dan menantang akibat sedikitnya ketersediaan air di sepanjang jalur pendakian dan kabut yang pekat, berubah-ubah dan tidak menentu turunnya. Para pendaki terutama yang masih pemula harus ekstra hati-hati selama perjalanan menuju puncak.

Misteri Makhluk Kerdil dan Sumber Air

Gunung Slamet - Misteri dan Pantangan yang Tidak Boleh Dilanggar

Misteri makhluk kerdilini adanya di jalur pendakian Guci, tepatnya di sekitar daerah Plawangan. Mitosnya, disini hidup makhluk yang dulunya manusia namun ia tersesat saat mendaki dan tidak bisa turun ke bawah. Karena terlalu lama tersesat di hutan, konon ia hanya makan daun seperti layaknya hewan hingga kehilangan jati dirinya. (agak mirip cerita Smeagol di Lord of The Rings)

Sebenarnya makhluk ini tidak mengganggu. Konon, ia sangat pemalu dan takut pada pendaki. Tapi agak menyusahkan karena jika mendirikan tenda di sekitar daerah Plawangan dan meninggalkan makanan di depan tenda maka akan diambil oleh makhluk kerdil ini.

Baca Juga : Kumpulan Foto Pendakian Gunung Andong Yang Memukau Mata

Selain makhluk kerdil, daerah ini juga terkenal dengan mitosnya yaitu sumber air. Karena di sekitar Gunung Slamet ini sulit mencari air, mitos ini jadi menarik untuk disimak. Tetapi sumber air ini sebenarnya hanya tempat yang bisa menyemburkan air hanya jika mengadakan ritual kecil dengan kemenyan dan bacaan-bacaan tertentu. Konon, air yang dikeluarkan jernih dan bisa langsung diminum lho.

Air Terjun Guci

Gunung Slamet - Misteri dan Pantangan yang Tidak Boleh Dilanggar

Masih di jalur pendakian Guci yang fenomenal (karena kemistisannya), terdapat Air Terjun Guci di daerah Slawi yang dilewati jalur pendakian. Sebenarnya Air Terjunnya sendiri merupakan objek wisata yang indah dan asri, sejuk, serta nyaman untuk dijadikan tempat beristirahat. Airnya pun dipercaya berkhasiat menyembuhkan macam-macam penyakit kulit.

Tetapi selain sebagai tempat mandi dan pengobatan, ada juga yang datang kesini untuk mengolah ilmu kanuragan dan mencari pesugihan. Karena dipercaya terdapat Naga yang bersembunyi di balik Air Terjun bernama Naga Cerek. Nah, untuk ritualnya ini biasanya dilakukan Jumat Legi atau Selasa Kliwon dengan dipandu Juru Kunci setempat. Selain tentu saja harus menyiapkan sesajen hingga mandi-mandi, mereka yang mengikuti ritual harus siap memberikan “sesuatu”. Ya, semacam tumbal, yang konon haruslah anggota keluarga pencari pesugihan sendiri. Pikir-pikir lagi deh ya yang mau kesini buat ritual.

Misteri Pohon Besar dan Pos Samarantu

Gunung Slamet - Misteri dan Pantangan yang Tidak Boleh Dilanggar

Jika melewati jalur pendakian Bambangan, pendaki harus melalui tempat yang “sakral”. Tepatnya adalah 2 buah pohon besr yang dahannya saling berjalin hingga membentuk semacam gerbang. Konon, tempat inilah yang disebut-sebut sebagai pintu ke dunia lain atau kerajaan lelembut di Gunung Slamet.

Belum selesai petualangan mistis di jalur ini, pendaki selanjutnya akan melewati pos 4 yang bernama Pos Samarantu. Kalau dibandingkan dengan pos ini, pohon besar tadi belum seberapa angker. Kenapa? Karena Samarantu ini ternyata adalah kepanjangan dari “Samar” dan “hantu”, yang berarti—udah tau lah ya, artinya hantu yang tidak kelihatan. Ini yang ngasih nama pos-nya kurang serem apa coba. Temen-temen pendaki diusahakan jangan mendirikan tenda dan bermalam di pos ini ya, karena katanya banyak yang akhirnya diganggu makhluk ghaib. Merinding euy!

Pasar Hantu

Gunung Slamet - Misteri dan Pantangan yang Tidak Boleh Dilanggar

Oke, ini dari namanya saja sudah ngeri. Sama seperti mitos pasar setan di Gunung Lawu, pendaki di Gunung Slamet ini juga seringkali mengalami kejadian aneh seperti merasa berada di pasar tradisional padahal dirinya sedang hilang selama berjam-jam.

Puncak Surono

Gunung Slamet - Misteri dan Pantangan yang Tidak Boleh Dilanggar

Yang ini gak terlalu mistis sih, tetapi cukup membuat penasaran. Puncak Tertinggi Gunung Slamet adalah Puncak Surono. Diberi nama demikian sebagai bentuk penghormatan kepada seorang pendaki bernama Surono yang konon meninggal akibat terperosok ke jurang saat melakukan pendakian. Tugu penghormatan juga didirikan di Puncak untuk mengenang almarhum. Sampai sekarang masih belum diketahu sebenarnya siapa Surono ini dan mengapa mendiangnya begitu dihormati oleh warga sekitar Gunung Slamet.

Nah, buat kalian yang gak demen sama horor-horor jangan pada ngabur dulu dong. Meskipun penuh dengan misteri dan hal mistis yang membuat nyali jadi ciut, Gunung Slamet tetap bisa dikunjungi seperti Gunung pada umumnya. Hanya saja memang pengunjung harus tetap berhati-hati dan menjaga diri dari pantangan yang disebutkan tadi ya. Selain itu, di sekitar kaki Gunung Slamet sepanjang jalur pendakian juga banyak kok wisata keluarga yang sayang kalau dilewatkan.

Pantangan Gunung Slamet Yang Tidak Boleh Dilanggar

Gunung Slamet - Misteri dan Pantangan yang Tidak Boleh Dilanggar

Ada baiknya juga memperhatikan beberapa pantangan selama berada di sekitar kawasan Gunung Slamet ini, diantaranya:

  • Tidak boleh sembarangan buang air kecil dan besar di sekitar Gunung. Pendaki harus menyiapkan kantung untuk buang hajat dan membuang kantungnya ketika sudah berada di luar jalur pendakian.
  • Dilarang bicara kasar, membawa minuman keras, dan melakukan kegiatan tidak senonoh di sekitar lokasi pendakian.
  • Menjaga kesopanan dan ijin kepada petugas penjaga selama mendaki.
  • Tidak boleh mengambil dan membawa pulang barang yang ditemukan selama perjalanan. Baik itu bernda berharga sekalipun, sebaiknya tidak diambil karena bisa membahayakan kesemalatan pendaki sendiri.
  • Jangan lupa berangkat harus dengan niat yang baik, karena niat buruk akan mengundang celaka.

Gimana, sudah pada mulai planning berkunjung ke Gunung Slamet bareng sesama anak gunung belum nih? Apa jangan-jangan malah sudah packing perbekalan dan siap berangkat. Yang mana saja kalian, ingat untuk selalu berhati-hati, tidak terburu-buru, memastikan semua kelengkapan sebelum memulai perjalanan, dan yang paling penting: HAVE FUN! Selamat mendaki ya temen-temen travellers.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *