Angkringan Kayu di Sisi Tebing Gunung Gemblung Trenggalek

Angkringan Kayu di Sisi Tebing Gunung Gemblung Trenggalek

Gunung Gemblung ? yaaa mungkin masih terasa asing ditelinga kita terutama untuk yang berada diluar Kabupaten Trenggalek. Gunung Gemblung merupakan salah satu Objek Wisata Trenggalek yang memiliki beberapa puncak dengan ketinggian yang berbeda-beda. Dinamakan Gunung Gemblung karena terdapat perkampungan kecil dengan nama Dusun Gemblung dimana hanya terdiri dari 35 saja perumahan warga. Dusun Gemblung termasuk dalam kampung terpencil, akses jalan dan fasilitas yang ada diperlukan campur tangan pemerintah agar menjadi tempat yang lebih baik lagi. Meskipun tempat terpencil, di sepanjang perjalanan menuju Dusun Gemblung kita akan disuguhi dengan pemandangan alam yang sangat indah. Barisan tebing-tebing yang curam serta rerumputan alang-alang yang hijau dan trek perjalanan yang sulit serta sangat menanjak ini menjadi tidak terasa.
Angkringan Kayu Gunung Gemblung
Angkringan Kayu Gunung Gemblung
Memang gunung ini masih belum terkenal seperti gunung lainnya seperti Gunung Semeru, Gunung Merapi, Gunung Bromo, Gunung Kelud dan Gunung Lawu. Namun, dari Gunung Gemblung ini kita dapat melihat pesona terbit dan tenggelamnya matahari yang begitu luas dan tidak dihalangi oleh gunung lainnya. Pada musim penghujan, hijaunya rerumputan dan ilalang akan terlihat lebih mengesankan lagi. Selain itu, di Gunung Gemblung ini kita sudah dapat menikmati beberapa fasilitas seperti camping ground, arena down hill, arena motor trail, panjat tebing dan paralayang. Selain fasilitas-fasilitas tersebut yang paling menarik di Gunung Gemblung adalah serupa dengan rumah pohon yang disebut dengan angkringan kayu. Baca Juga : Asyiknya Wisata Hammock Bukit Dhoho Indah di Kediri
Angkringan Kayu Gunung Gemblung
Angkringan Kayu Gunung Gemblung
Angkringan Kayu Gunung Gemblung
Angkringan Kayu Gunung Gemblung
Mungkin saat ini yang hanya kita ketahui dan tidak asing ditelinga kita adalah omah kayu di Kota Batu dan menara pohon di Kalibiru Yogyakarta. Nahhhh… sekarang tahu kan kalau ternyata adalagi selain dari dua rumah pohon tersebut. Yups…angkringan kayu. Saat ini memang sejenis angkringan kayu ini sedang menjadi tren destinasi wisata bagi kaum-kaum muda tentunya. Angkringan kayu ini terletak di Desa Kendal Rejo, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek. Angkringan kayu ini dibuat dengan menggunakan batang bambu jenis ori dan papannya dari kayu sengon. Ukuran dari angkringan kayu ini yaitu 3 x 2 meter dengan tinggi kurang lebih 2 meter. Pembuatan angkringan kayu ini telah diperhitungkan baik dari segi keamanan juga keindahan alamnya. Awalnya sekelompok pemuda yang memanfaatkan lokasi ini untuk didirikan sebuah angkringan kayu. Selain angkringan kayu, juga terdapat sebuah papan obyek foto ala instagram yang berada diatas bukit, tepatnya disisi angkringan kayu ini. Tak butuh waktu lama angkringan kayu Gunung Gemblung ini menjadi primadona bagi warga Durenan serta pengunjung yang datang dari daerah lain. Pada saat ini, angkringan kayu tidak sepi pengunjung baik dari dalam kota maupun luar kota. (Artikel Terkait : Serunya Wisata Alam Kebun Teh Jamus Ngawi)
Angkringan Kayu Gunung Gemblung
Jangan Galau Saja hehe
Dari angkringan kayu ini kita dapat memandang secara luas Kabupaten Trenggalek bagian timur dan beberapa daerah di Kabupaten Tuluagung. Disebelah timur terdapat deretan pegunungan yang memanjang dan sangat jelas sekali terlihat. Kesan indah akan terlihat dengan adanya rumah-rumah milik warga sekitar, persawahan warga dan tower-tower ditambah dengan rangkaian awan berpadu dengan birunya langit semakin menambah kesan indah angkringan kayu ini. Dari angkringan kayu ini kita juga dapat melihat keindahan kawasan Gunung Gemblung, puncak esis, puncak paralayang dan puncak-puncak lainnya. Tidak merugikan apabila kita datang jauh-jauh untuk menikmati keindahan di angkringan kayu ini, karena kita juga dapat melihat tebing zebra yang terbentuk alami dengan warna hitam dan putih, selain itu dari angkringan kayu juga akan terlihat aliran sungai kecil yang apabila musim kemarau tiba maka akan membentuk air terjun yang tidak seberapa tinggi. Di area sungai kita juga dapat melihat dan menikmati kolam alami atau kedung. Selain keindahan-keindahan tersebut yang dapat kita lihat dan nikmati, terkadang monyet-monyet ekor panjang turun untuk mencari makan, biasanya hal tersebuut terjadi ketika sore hari. Untuk menjaga keamanan wilayah angkringan kayu, warga sekitar membiarkan anjing-anjing yang dimilikinya untuk menjaga tanaman mereka.
Tebing Gunung Gemblung
Tebing Gunung Gemblung
Bukan hanya angkringan kayu saja yang selalu ramai menjadi objek foto, namun beberapa titik indahpun juga menjadi lebih cantik dan indah setelah para pemuda desa tersebut membentuk sebuah lekukan berbentuk hati atau yang biasa disebut dengan Gemblung in Love. Sekarang pada titik ini juga dijadikan area foto para pengunjung terutama mereka pasangan muda mudi atau sahabat-sahabat mereka. Akan tetapi, disamping keindahan yang dimilikioleh Gunung Gemblung ini masih memiliki beberapa keterbatasan, salah satunya yaitu masih belum memiliki lokasi parkir yang sangat memadai. Dengan demikian, para pengunjung memarkir kendaraan di pinggir jalan. Pengunjung harus memarkir kendaraan secara rapi, agar jalan yang hanya berukuran 2 meter ini dapat dilewati terutama oleh penduduk desa yang membawa muatan disepeda motornya.
Panorama Gunung Gemblung
Panorama Gunung Gemblung
Penasaran kan bagaimana keindahan angkringan kayu ini di Gunung Gemblung ? bagi anda yang saat ini penasaran dan ingin berkunjung ke angkringan kayu tersebut, saran yang dapat kami berikan adalah tetap berhati-hati pada saat menaiki dan berselfie ria di atas angkringan kayu tersebut. Selain itu, juga harus memperhatikan kapasitas angkringan kayu, jangan terlalu banyak sehingga menyebabkan angkringan rusak atau bahkan runtuh. Dan yang paling penting tetap menjaga kebersihan, jangan buang sampah sembarangan ya. Yuk Baca Juga Wisata Alam Lainnya.